Jumat, 27 Desember 2013

7 Hal Mengapa Pengusaha Harus Memakai Open Source

Ada 7 hal kuat yang bisa mendorong pengusaha untuk menggunakan sistem sumber terbuka (Open Source) di bisnisnya. 7 hal tersebut antara lain : Keamanan, Kualitas, Mudah Disesuaikan, Bebas, Mudah Diperiksa (Auditabilitas), Dukungan Teknis dan Biaya.




Ketujuh alasan ini diungkapkan praktisi teknologi informasi, Teddy Sukardi dalam diskusi panel yang diselenggarakan Forum Ubuntu Indonesia Sabtu (2/11/13) lalu di Jakarta. Senada dengan Teddy, Dr. HM Basyir Ahmad, Walikota Pekalongan yang hari itu juga hadir sebagai pembicara mengungkap bagaimana sistem sumber terbuka bisa dipakai untuk menjalankan administrasi kota. “Ubuntu berbanding lurus dengan pengurangan jumlah kemisikinan khususnya di dearah Pekalongan”, kata Basyir.  Sebagai informasi, kota Pekalongan merupakan salah satu kota yang kerap mendapat penghargaan dalam penerapan sistem sumber terbuka.

Acara yang dihadiri sekitar 300 peserta ini juga menghadirkan Direktur Okusi Associates yang juga pendiri Forum Ubuntu Indonesia, Garry Dean. Pria berkebangsaan Australia ini berbagi cerita bagaimana Okusi, Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultan bisnis ini sudah menggunakan Linux desktop dan  Server secara ekslusif sejak tahun 2008.

Sosialisasi dan promosi penggunaan perangkat sumber terbuka di kalangan pebisnis dan pengguna rumahan memang dinilai Kepala Subdirektorat Industri Konten Multimedia Kemenkominfo, MH Munzaer, masih kurang. Menurutnya pertumbuhan technopreneurship semsetinya semakin banyak dan promosi semakin ditingkatkan. “Tidak hanya dilakukan sekali dalam setahun tapi minimal 6 kali dalam setahun, karena promosi  kita dalam penggunaan open source masih lemah,” tandasnya.

Nah, buat anda semua calon pengusaha, terutama pengusaha di bidang perkantoran IT, Tips diatas bisa di jadikan ide serta implementasi untuk sarana kebutuhan sistem jaringan komputer. Take it Ease ! Semoga Bermanfaat :)

Kamis, 26 Desember 2013

Pengenalan Sistem Pada Android

Sistem operasi ini rasanya tidak asing lagi terdengar di telinga khalayak umum, bahkan pada zaman globalisasi ini lagi booming sekali. Android sendiri banyak di jumpai dan di aplikasikan dalam gadget mulai dari Handphone, PC Tablet ataupun Televisi. Kebayang kan betapa canggih dan hebatnya sistem operasi ini? 









Secara umum, Android merupakan Sistem Operasi hasil pengembangan Google yang ditujukan untuk perangkat mobile seperti ponsel atau tablet. Android berjalan pada prosesor dengan arsitektur ARM, MIPS dan pada versi terbaru 4.0 dan 4.1 (Ice Cream Sandwitch dan Jelly Bean), android juga telah mendukung arsitektur x86 dari Intel.



Android berjalan pada kernel Linux dengan menggunakan berbagai macam library. Android ditulis dengan menggunakan bahasa C, Aplikasinya berjalan pada application framework yang dibangun dengan menggunakan Java dengan memanfaatkan Apache Harmony sebagai compatible dari java library. Semua aplikasi android berjalan pada virtual machine yang bernama Dalvik, dimana dalvik inilah yang bertugas untuk melakukan penterjemahan Java Bytecode menjadi Dalvik Dex Code (Dalvik-executable).
Mengenal Dalvik


Pengertian Dalvik
Dalvik merupakan virtual machine yang menjadi layer/lapisan antara aplikasi dan sistem operasi. Dimana di dalam file aplikasi yang memiliki ekstensi .apk terdapat beberapa tipe file, diantaranya resource, assets, xml dan dex. Nah file dex ini lah yang asalnya diprogram dengan menggunakan bahasa Java. File dex ini akan dijalankan oleh Dalvik Virtual Machine untuk melakukan berbagai macam aktifitas, mulai dari menampilkan User Interface, akses Internet, menjalankan audio, memanggil kamera, dan sebagainya. 




Semua akses yang dilakukan oleh aplikasi tersebut harus melalui Dalvik Virtual Machine terlebih dahulu. Jadi boleh kita katakan kalau file dengan ekstensi .dex tersebut adalah file executable untuk Android, yang bila kita berbicara tentang sistem operasi windows, maka file .dex sama seperti file .exe pada windows. Dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Dalvik VM inilah yang menjadi tempat berjalannya aplikasi-aplikasi dari Android. 
2. Core Libraries yang berada pada sistem Android sebagian besar merupakan core libraries yang terdapat pada bahasa pemrograman java. 
3. Setiap aplikasi yang kita jalankan di android, memiliki proses tersendiri dan memiliki instance masing-masing pada Dalvik Virtual Machine.
4. Dengan Dalvik inilah, proses jalannya aplikasi menjadi efisien. Dalvik mengeksekusi file berekstensi dex yang disimpan dan dioptimalkan sehingga penggunaan memory di Android OS menjadi minimal. 
5. Dalvik VM bergantung pada kernel Linux (android memakai Linux kernel versi 2.6 untuk core sistemnya yang terdiri dari security, memory management, process management, network stack dan driver model) untuk fungsionalitas dasar seperti threading dan low-level memory management 

Dalvik Cache
File .apk sebenarnya merupakan file arsip yang terkompresi mirip dengan format zip namun berbeda ekstensi dan cara kerja. Seperti Kita ketahui, untuk mengakses kontent/file yang berada pada file zip, Kita harus melakukan unzip terlebih dahulu, Hal ini akan menyebabkan waktu untuk mengakses data di dalamnya menjadi lama, karena itu Dalvik memiliki fasilitas untuk melakukan cache, dimana file .dex yang berada dalam .apk tersebut akan di-unzip dan disimpan dalam direktori dalvik-cache yang biasanya berlokasi di "/data/dalvik-cache".
Proses unzip file .dex tersebut akan dilakukan ketika user melakukan instalasi aplikasi yang dimaksud. Sehingga ketika user membuka aplikasi tersebut, sistem tidak akan mengakses data .dex pada file .apk, tapi akan langsung mengaksesnya di dalam dalvik-cache.



File System
System android bersandar pada kernel Linux, sehingga struktur file yang digunakan sama seperti pada linux, tapi mungkin para pengguna Android tidak menyadarinya. Seperti halnya linux, root directory berada pada "/", semua filesystem/partisi di mount pada sebuah direktori. Berikut adalah beberapa filesystem yang umumnya dimiliki dalam sistem operasi ini:


  • Root
  • System
  • Data
  • Boot
  • SDCard
  • SD-Ext
  • Dev, Tmp, Proc
  • etc


Root

Mount Point: /
Device: Linux Kernel, RAM



Layaknya linux, semua filesystem akan berada di dalam Root. Tidak seperti Windows yang memilah-milahnya ke dalam drive. Dalam linux semua device dapat diakses melalui filesystem dan menggunakan sistem stream, baik itu penyimpanan, display, ataupun input dan output device.

System
Mount Point: /system
Device: Internal Memory
Partisi ini berisi file-file system, dimana file-file sistem operasi Android dan aplikasi-aplikasi bawaannya disimpan. Partisi system ini selalu disimpan dalam Internal Storage ( storage pada ponsel ), dan tidak dapat diubah isinya kecuali telah dilakukan rooting. Berikut adalah beberapa file-file yang berada pada partisi ini:
/system/app - Dalam direktori ini terdapat file-file .apk untuk aplikasi system, seperti Phone Dialer, Launcher, IME/Keyboard, Mail, SMS, Settings, etc. 
/system/frameworks - Dalam direktori ini terdapat file-file frameworks dengan ekstensi .jar yang menyimpan fungsi-fungsi java yang diakses oleh aplikasi android, baik itu aplikasi system atau aplikasi yang diinstall oleh user. 
/system/libs - Direktori ini berisi library-library dan library kernel yang ditulis dengan menggunakan bahasa C (Native), dan memiliki ekstensi .so. Android juga mendukung pembangunan aplikasi dengan menggunakan bahasa C (Native) dengan menggunakan Android NDK (Native Development Kit), dan mendukung library-library C seperti layaknya linux. hanya saja dukungannya lebih minimalis, dimana libc yang digunakan adalah libc bionic yang telah dimodifikasi agar lebih minimalis. Tapi sebenarnya kita masih bisa memanfaatkan Glibc untuk berjalan pada Linux ini, hanya harus dilakukan compile sendiri. 
/system/bin, /system/xbin - Merupakan direktori yang berisi file-file executable berbasis linux, bila .dex akan berjalan pada dalvik-cache, file-file di dalam direktori ini akan berjalan langsung di atas kernel linux. Linux pada Android mendukung perintah-perintah dasar yang biasa digunakan pada shell di linux, seperti ls, mv, cp, cat, df, dsb. Perbedaanya, bila di linux semua perintah tersebut merupakan satu executable tersendiri, sedangkan pada linux semua perintah tersebut dikerjakan oleh satu executable yang bernama busybox. 
/system/etc - Direktori ini berisi file-file konfigurasi system dan konfigurasi driver, mulai dari setting gps, wifi networking, database apn, sampai pengaturan volume untuk audio. 
/system/customize, /system/fonts, /system/media, /system/usr - Semua direktori ini berisi file-file untuk kustomisasi sistem, seperti gambar animasi boot, huruf untuk tampilan, wallpaper, ringtone dan audio bawaan, juga beberapa layout keyboard dan lokalisasi bahasa.
Data
Mount Point: /data
Device: Internal Memory
Berbeda dengan system. Partisi data ini merupakan partisi untuk menyimpan data-data yang selalu berubah-ubah. Semua aplikasi yang diinstal oleh user akan disimpan pada partisi ini. Ketika pengguna melakukan wipe data ( reset to factory ), partisi ini akan bersihkan (di format), sehingga data-data aplikasi yang diinstall, kontak, data sms, dan sebagainya akan hilang. Tapi sistem masih tetap bisa berjalan dikarenakan wipe data tidak akan menghapus partisi system.
Berikut adalah beberapa direktori yang berada pada partisi data ini:
/data/app - Berisi file-file .apk dari aplikasi-aplikasi yang diinstall, baik itu dari market atau dari aplikasi yang diinstall secara manual. 
/data/data - Berisi file-file data aplikasi, baik itu aplikasi system ataupun yang diinstall oleh user. Isi direktori ini memuat berbagai macam data yang disimpan oleh aplikasi, seperti save game, database (sqlite), juga file-file assets dan resource dari aplikasi tersebut. Direktori inilah yang biasanya membesar dan bila Kita menginstall banyak aplikasi, maka Low Disk Space biasanya muncul dikarenakan isi direktori ini sudah terlalu besar. 
/data/dalvik-cache - Merupakan tempat penyimpanan file-file .dex untuk dijalankan secara langsung oleh dalvik virtual machine.
Boot
Mount Point: /boot
Device: Internal Memory
Partisi ini memuat Kernel Linux dan merupakan partisi awal yang akan menerima sinyal booting dari device. Kernel inilah yang secara langsung mengakses hardware pada device kita.
SDCard
Mount Point: /sdcard, /mnt/sdcard
Device: MMC / External Storage
Layout: FAT32
Berbeda dengan partisi-partisi lainnya. Partisi ini adalah area bebas, dimana kita dapat melakukan perubahan sesuai dengan keiinginan. Kita dapat menyimpan lagu, foto, dan video di dalamnya, kita juga dapat menggunakannya untuk penyimpanan backup data, dan dapat juga digunakan sebagai USB drive.
SD-EXT
Mount Point: /sd-ext
Device: MMC / External Storage
Layout: EXT2, EXT3, EXT4
Merupakan modifikasi yang bisanya dilakukan pada Custom ROM, dimana bila Internal Memory tidak mencukupi untuk memuat data-data penting sistem, maka dilakukanlah pem-partisi-an pada memory card kita. Dimana memory card kita akan dibagi menjadi 2 partisi, partisi pertama berformat FAT32 yang akan dijadikan sebagai /sdcard, dan partisi kedua berformat EXT(x).
Inilah hebatnya Linux dan Android, dimana device yang memiliki umur yang tua yang tidak dapat lagi memuat sistem Android yang semakin hari semakin berukuran besar dan tidak dapat dimuat di dalam Internal Memory yang memiliki keterbatasan ukuran, dapat tetap mengikuti perkembangan zaman.
SD-EXT ini memanfaatkan fasilitas Symlink yang didukung oleh Linux, dimana kita dapat melakukan symbolic link ( melakukan pemetaan ) suatu file atau direktori dari satu partisi menuju partisi lainnya. Contohnya, kita memiliki direktori /sd-ext/app_s pada SD-EXT, dan lazimnya semua aplikasi sistem disimpan dalam /system/app, maka kita dapat melakukan symlink dari /sd-ext/app_s menuju /system/app, sehingga ketika sistem mengakses file/direktori dari /system/app sistem akan membaca file/direktori itu dari /sd-ext/app_s. Beberapa pengembangan SD-EXT ini telah dilakukan oleh beberapa developer dan custom-ROM chef, seperti app2sd, data2sd. Dimana mod-mod tersebut memiliki fungsinya masing-masing yang sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu memanipulasi filesystem yang terbatas agar dapat memanfaatkan penyimpanan data system di dalam External Memory.



Dev, Tmp, Proc

Mount Point: /dev, /tmp, /proc

Device: Linux Kernel, RAM



Direktori-direktori tersebut bukanlah merupakan Storage, tapi merupakan virtual. dimana /dev merupakan direktori yang memuat semua stream hardware, /tmp merupakan penyimpanan temporary pada ram, dan /proc merupakan direktori untuk menyimpan informasi proses yang berjalan.



Seperti halnya linux pada PC, semua akses aplikasi menuju hardware dapat dilakukan dengan mengakses stream pada /dev, seperti halnya kita mengakses file biasa. Kita dapat mengakses framebuffer display secara langsung pada file /dev/graphics/fb0, atau mengakses input device secara langsung pada /dev/input. Sistem Android mengakses hardware melalui /dev ini, dimana /dev ini lah yang diatur oleh Kernel Linux.



Kita juga dapat mengetahui ID suatu proses dan proses apa saja yang sedang berjalan pada direktori /proc. dan dapat juga menyimpan file temporary pada direktori /tmp untuk dilakukan proses selanjutnya.
Begitulah kiranya bahasan mengenai jeroan sistemnya android, Semoga Bermanfaat  ! :)


Selasa, 24 Desember 2013

Apa ya Raspberry Pi itu?

Raspberry itu apa sih?

Banyak teman - teman saya yang menanyakan makhluk yang saya bawa pada waktu itu. Ya, itu adalah Raspberry Pi edisi kedua atau (B). Raspberry itu apa sih? dan apa fungsi nya? itu adalah pertanyaan yang sering di ucapkan teman teman kampus saya ketika pertama kali melihat makhluk yang saya bawa.

oke, disini saya akan jelaskan. Raspberry Pi adalah Sebuah board yang seukuran kartu kredit / mikro kontroller (Bisa disebut mini komputer) yang bisa beroperasi layaknya komputer.
Seperti halnya dengan komputer, si Raspberry ini juga butuh OS loh. Nah, ada banyak OS yang sudah support dengan makhluk mini ini. dan kebetulan FOSS ( Free Open Source Software).
OS yang dapat dibenamkan di Rasppberry Pi tidak sembarang OS. Disini, sudah disiapkan OS nya oleh para pembuatnya sesuai dengan hardware si Mini ini. Kebanyakan OS tersebut adalah OS distro Linux yang kita pakai dalam versi desktop (GUI).

Berikut Daftar OS yang support Raspberry Pi :




Apa saja Manfaat Raspberry Pi :

  • Untuk dijadikan Print Server
  • Untuk dijadikan Web Server
  • Untuk dijadikan Proxy
  • Untuk dijadikan FTP
  • Digunakan Sebagai ROBOT? Bisa
  • Dan banyak lagi manfaat makhluk ini tergantung kita dalam mengembangkannya
apa saja yang ada di Raspberry ini ?

2 Port USB
1 Port HDMI
1 Port RCA untuk Video output
1 Port Audio 3.5mm
1 Port SDCARD
1 Port RJ 45 (Ethernet LAN Port)
8x GPIO UART,SPI BUS
konsumsi listrik : 750maH/ 5VDC/ mini usb charge yang di pakai di charger blackberry/samsung

Nih Bentuk makhluk ajaib nya :






Senin, 09 Desember 2013

Sistem File GNU/Linux

ATRIBUT FILE

File mempunyai beberapa atribut, antara lain

Tipe file : Menentukan tipe dari file, yaitu :


Karakter
Arti
-
File biasa
d
Direktori
l
Symbolic link
b
Block special file
c
Character special file
s
Socket link
p
FIFO


 Ijin akses             : menentukan hak user terhadap file ini. 
Jumlah link            : jumlah link untuk file ini
Pemilik (Owner)     : menentukan siapa pemilik file ini

Group                   : menentukan group yang memiliki file ini

Jumlah karakter     : menentukan ukuran file dalam byte

Waktu pembuatan  : menentukan kapan file terakhir dimodifikasi

Nama file              : menentukan nama file yang dimaksud.


IJIN AKSES

Setiap  obyek  pada  Linux  harus  mempunyai  pemilik,  yaitu  nama  pemakai Linux (account) yang terdaftar pada /etc/passwd .

Ijin akses dibagi menjadi 3 peran yaitu :
Pemilik (Owner)
Kelompok (Group)
Lainnya (Others)
Setiap peran dapat melakukan 3 bentuk operasi yaitu :


Pada File

o R (Read)     Ijin Untuk Membaca
o W (Write)  Ijin untuk mengubah atau membuat
o X (Execute)   Ijin untuk menjalankan program

Pada Direktori
o R (Read)       Ijin untuk membaca daftar file dalam direktori
o W (Write)     Ijin untuk mengubah/membuat file di direktori
o X (Execute)   Ijin untuk masuk ke direktori (cd)




Pemilik File/Direktori dapat mengubah ijin akses sebagai berikut :

-rwxrwxrwx 1 student test 1639 Oct 31 20:19 file

rwx pertama untuk : User
rwx Kedua untuk : Group
rwx Ketiga untuk : Other

Format lain dari chmod addalah :
R = 4
W = 2
X = 1

Mengapa Linux lebih aman dari Windows?

Did you know alias Tahukah anda, bahwa banyak sekali informasi di dunia maya yang mengatakan bahwa sistem operasi Linux lebih aman di bandingkan dari Windows? Benarkah itu?
Juga banyak antivirus yang di sediakan secara free untuk sistem operasi open source tersebut, dan sebenarnya itu tidaklah terlalu dibutuhkan. Nah, tambah penasaran kan kenapa kok bisa begitu? 

Baiklah, Untuk menjawab kalimat pembuka diatas langsung aje simak beberapa penjelasan di bawah, check this out !



Virus di Linux Masih Sedikit

Sedikitnya virus di Linux merupakan alasan utama mengapa Linux lebih aman dari Windows. Hal ini membuat Linux lebih lebih kebal terhadap serangan virus jika dibandingkan dengan Windows. Sebagaimana kita ketahui bersama, aplikasi antivirus merupakan aplikasi wajib untuk Windows, sementara aplikasi antivirus belum dibutuhkan saat ini di Linux.


Selain virus di Linux masih sedikit, terdapat beberapa hal yang membuat Linux lebih aman daripada Windows diantaranya :

Adanya fitur package manager dan repositori seperti Ubuntu 

Aplikasi-aplikasi yang masuk di repositori Ubuntu sudah di-review dan diuji coba sebelum didistribusikan kepada pengguna. Hal ini menambah lapis keamanan Ubuntu. Distribusi Linux yang lain juga memiliki mekanisme package manager dan repositori masing-masing.

Karakter pengguna Linux

Kebanyakan pengguna Linux adalah orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang dunia komputer atau yang biasa disebut dengan "geek" . Seorang "geek" tidak akan mudah tertipu dengan aplikasi atau situs yang mencurigakan, mereka cenderung berhati-hati. Berbeda dengan pengguna Windows yang kebanyakan orang awam, mudah sekali "tertipu" dengan aplikasi dan situs web tertentu yang menyebarkan virus.
 
Fitur keamanan lain

Fitur yang sangat dijadikan andalan adalah adanya akses superuser atau akses "root" seperti perintah "sudo" di Ubuntu. Kebanyakan pengguna Linux hanya memiliki hak akses terbatas dan hanya menggunakan hak akses "root" jika diperlukan saja. Hal ini berbeda dengan Windows yang memberikan hampir semua hak akses untuk penggunanya, meskipun hal ini sudah diminimalisir dengan adanya UAC di Windows.


Bagaimana Mengamankan Diri dengan Linux ?

Sistem operasi sebagus apapun tetap bergantung pada penggunanya, termasuk Linux. Berikut beberapa tips yang perlu  dilakukan agar Linux tetap aman, makmur dan sentosa. :
 

Pastikan sistem up-to-date

Aplikasi terbaru biasanya dirilis untuk menambahi fitur, menyesuaikan dengan kompatibilitas sistem, dan menutup celah-celah kemanan yang mungkin dimanfaatkan "orang jahat" untuk menyerang sistem.

Waspadai website palsu
 
Kejahatan ini tidak memandang sistem operasi, karena website palsu bisa mencuri username dan password. Anda tidak perlu menginstal aplikasi kemanan di Internet, karena versi terbaru dari Firefox dan Chrome (tersedia di Linux) sudah punya kemampuan untuk mengatasi ini. Namun sehebat apapun browser kalian, berhati-hati terhadap website palsu adalah tindakan yang bijaksana.

Jangan jalankan perintah console yang tidak terpercaya

Hal ini sangat penting karena satu perintah saja bisa berakibat fatal terhadap sistem Anda. Pastikan Anda mendapatkan suatu perintah Terminal dari sumber yang terpercaya.


Nah, dari penjelasan diatas kini sobat Ayo-bos sekarang bisa mengetahui mengapa Linux lebih aman dari Windows.
Nantikan update informasi seputar Open Source hanya di ayo-bos.blogspot.com :)